Sun. Oct 25th, 2020

Saat pandemi, Suzuki All New Ertiga dan XL-7 menjadi pahlawan devisa Tanah Air

2 min read

Jakarta – Kuartal pertama tahun 2020 telah disusul oleh pandemi Covid-19 yang melanda semua sektor, termasuk industri otomotif. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah penjualan kendaraan.

Namun, di tengah penurunan pasar otomotif, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif melalui ekspor Completely Built Up (CBU). Dari Januari hingga Mei 2020, pertumbuhan ekspor mobil Suzuki CBU lebih tinggi 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuat ekspor Suzuki tumbuh secara keseluruhan di saat neraca ekspor industri otomotif turun.

“Memang kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU dari Januari hingga Mei bisa lebih dari 22%. Namun mengingat saat ini kami sedang menghadapi pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas di berbagai sektor, Angka tersebut merupakan hasil yang positif. Seluruh lini produk baru Ertiga dan New Carry masih menjadi lini produk yang memberikan kontribusi terbesar, disusul XL7 yang mendorong ekspor Suzuki tumbuh positif, ”jelas Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head of pengendalian perencanaan produksi PT SIM.

Selama periode Januari hingga Mei 2020, pengekspor CBU perempuan pertama masih didominasi oleh All New Ertiga yang menjadi penyumbang terbesar dengan 7.880 unit. Kenaikan ekspor juga didukung oleh kontribusi New Carry sebanyak 3.339 unit.

All New Ertiga menarik banyak tujuan ekspor, salah satunya adalah Meksiko. Hasil ekspor Agustus lalu mencatat Meksiko merupakan penyumbang ekspor terbesar dengan bentuk 1.071 unit Sepenuhnya dibangun (CBU) dan model All New Ertiga menjadi kontributor terbesar dengan perolehan 591 unit atau 55%.

Tak hanya itu, XL7 yang diluncurkan sebagai lini produk baru pada Februari lalu juga mendongkrak ekspor Suzuki dengan kontribusi 2.169 unit.

Seperti produk andalan terbaru dari PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) buatan Indonesia, XL7 tidak hanya menjadi primadona di pasar domestik, tapi juga di pasar internasional. Hal tersebut terlihat dari tingginya permintaan ekspor XL7 dari berbagai negara. SUV Extra Ordinary terjual 2.694 unit di bulan Juli, meningkat 541% dibandingkan bulan sebelumnya.

“Lonjakan ekspor selama pandemi ini menciptakan optimisme kami bahwa perekonomian banyak negara mulai pulih. Waktu ini akan kami gunakan untuk terus meningkatkan volume ekspor XL7, karena produk ini sesuai dan disukai oleh masyarakat. konsumen internasional. XL7 diperlihatkan Juli menjadi model ekspor No.1 Suzuki. Sejak diluncurkan di Indonesia Februari lalu, XL7 sudah menyumbang 22,2% dari total ekspor Suzuki, ”jelas Aris.

Saat ini XL7 yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) atau komponen lokal 85%, telah berhasil dipasarkan di lebih dari 20 negara dan telah diluncurkan di beberapa negara seperti Barbados, Trinidad and Tobago, Vietnam dan Filipina. Bahkan, di Thailand, XL7 diluncurkan di ajang otomotif paling bergengsi Bangkok International Motor Show 2020. Jumlah negara tujuan ekspor akan terus bertambah seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian.

“Untuk memenuhi permintaan ekspor, kami secara bertahap kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene dan Government Health Protocol. Kami berharap industri otomotif dan industri lainnya cepat pulih dan kembali bersama sehingga bisa bersama-sama. memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. Pada 2020 Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia, ”lanjut Aris.

Bang Cowboy, Suzuki

Pos Saat pandemi, Suzuki All New Ertiga dan XL-7 menjadi pahlawan devisa Tanah Air muncul pertama kali Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.