Sun. May 31st, 2020

Secara diam-diam, AHM mengingat ribuan PCX Honda pada 2019

2 min read
Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen dan agen eksklusif merek sepeda motor Honda (ATPM) di Indonesia telah diam-diam terungkap melakukan perbaikan massal alias recall PCP 150 alias 3.930 pada 2019. Unit yang terlibat dalam kampanye ini dalam produksi 26-29 Juni 2019.
Meskipun tidak disebutkan secara rinci, salah satu skuter Honda terlaris di negara ini telah menjadi model kendaraan roda dua yang paling banyak terlibat dalam kasus penarikan pada tahun 2019. Dikonfirmasi, direktur fasilitas transportasi jalan di Kementerian Perhubungan Sigit Irfansyah belum memecatnya. . Namun, ia mengklaim bahwa AHM telah menghubungi pemilik yang terlibat.

"Itu benar, Honda mengingat PCX 150 tahun lalu. Tidak terlalu mirip dengan case airbag Takata, karena hanya beberapa produksi yang mengalaminya. AHM melaporkannya kepada kami dan menghubungi konsumen secara langsung "katanya pada pertemuan Kompas.com, Jakarta pada Jumat (14/2/2020).

Sayangnya, Sigit tidak dapat mengatakan secara rinci penyebab penarikan kembali Honda PCX 150. Bahkan AHM sampai publikasi berita ini tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang panggilan rahasia. Ketika Anda melihat sejarahnya, beberapa waktu lalu Honda menerima petisi dari pengguna PCX yang merasa bahwa motor mereka dalam bahaya. Mulai dari mesin mati, CVT yang merasa "kaget" ketika putaran mesin rendah, bermasalah dengan pinion, suspensi belakang yang sepertinya bengkok.
"Kami melihat bahwa keluhan ini pasti. Jadi, untuk konsumen yang memiliki keluhan pada PCX mereka, silakan datang ke jaringan bengkel resmi Honda untuk memeriksa. Ini bukan penarikan," kata direktur pemasaran PT AHM Thomas Wijaya. beberapa waktu lalu.

Aturan penarikan baru Indonesia memiliki aturan yang berkaitan dengan penarikan kendaraan, yaitu peraturan Menteri Perhubungan (PM) no. 53 tahun 2019 berkaitan dengan prosedur penarikan kendaraan bermotor. Peraturan ini diadopsi pada 12 Agustus 2019. Berdasarkan Pasal 6, penarikan kendaraan bermotor dilaporkan kepada menteri melalui direktur jenderal. Setelah menyerahkan laporan, sesuai dengan Pasal 8, pemilik merek kendaraan bermotor harus memberi tahu pemilik yang bersangkutan.

Penulis: Ruly Kurniawan
Penerbit: Agung Kurniawan

Pos Secara diam-diam, AHM mengingat ribuan PCX Honda pada 2019 dia muncul lebih dulu Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.