Sun. Oct 25th, 2020

Tips aman memodifikasi jok motor

2 min read

Untuk memodifikasi sadel sepeda motor, perhatikan ukuran dan konsistensi bahan yang akan digunakan

Jakarta, Autos.id – Memodifikasi sepeda motor bisa menjadi salah satu aktivitas yang cukup menyenangkan, termasuk mengotak-atik jok. Namun perlu ditegaskan, aktivitas memodifikasi sepeda motor harus tetap dilakukan dengan baik, tidak mengurangi kenyamanan dan yang jelas mengedepankan unsur keselamatan.

Menurut Safety Riding Dept Johannes Lucky, Head of PT Astra Honda Motor (AHM), sebenarnya jok spek pabrikan paling pas. Pasalnya, joknya sudah melalui proses standarisasi dan pengujian dari berbagai aspek, mulai dari kenyamanan hingga keselamatan.

Namun, jika ingin mengubah, ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan pengguna sepeda motor. Ada beberapa poin yang akan berubah saat kita mengganti jok standar dengan model atau perangkat modifikasi lain, kata Lucky.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk memodifikasi jok sepeda motor:

Kursi sering

Dari segi keterbatasan sebenarnya tidak ada ukuran standar, karena model sepeda motor yang berbeda akan memiliki model dan ketebalan jok yang berbeda pula. Hal ini dikarenakan jok yang tebal atau tipis akan sangat mempengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat berkendara. Besar kecilnya ketebalan jok harus disesuaikan dengan aspek kenyamanan dan keamanan.

Tekstur atau bahan

Tekstur lapisan jok harus fleksibel dengan bahan dasar yang tidak licin saat pengemudi duduk di atasnya. Kursi yang licin akan mempengaruhi kenyamanan dan juga mempengaruhi keselamatan. Hal tersebut dapat dirasakan saat melakukan pengereman, jok yang licin memudahkan pergerakan pengendara ke depan, sehingga proses pengereman kurang maksimal karena posisi duduk pengemudi kurang ideal untuk pengereman. Sementara itu, cover jok yang tidak fleksibel mudah robek dan mudah merusak bagian lain dari jok, seperti busa.

"Jika lapisan jok robek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut. Saat endapan air terbentuk di dalam busa dalam waktu lama, struktur busa menjadi keras dan mengganggu kenyamanan berkendara." menjelaskan Lucky.

Ilmu Ergonomi

Saat kami memodifikasi jok sepeda motor, itu akan berubah secara ergonomis. Misalnya saat kita mengencerkan busa jok maka posisi mengemudi akan berubah pada lutut, siku dan tatapan mata. Begitu juga saat kita menebalkan atau menaikkan jok maka posisi pinggul kita akan lebih tinggi dari pada saat menggunakan jok standar.

"Perubahan ini akan membuat pengendara merasa tidak nyaman dan mudah lelah saat berkendara, dan dapat berdampak negatif pada stabilitas dan kenyamanan berkendara," kata Lucky.

Efek pergantian jok terhadap keseimbangan dan kestabilan cukup besar. Tidak disarankan untuk memodifikasi jok belakang menjadi lebih tinggi dari jok depan. Hal tersebut menyebabkan tubuh penumpang menyalip pengendara dan tentunya berdampak negatif pada aerodinamika kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.